Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memperingati hari jadinya yang ke-13 melalui kegiatan workshop bertajuk “Pengolahan Limbah Kulit Pisang dan Tepung Mocaf sebagai Bahan Alternatif dalam Produksi Pie Bebas Gluten”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 2 Juni 2026 di Aula GKB 5 Lantai 4 Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pemanfaatan limbah pangan serta penggunaan bahan alternatif yang dapat diolah menjadi produk pangan bebas gluten. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa limbah pangan yang sering dianggap tidak bernilai masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Materi workshop disampaikan oleh Ivy Dian Puspitasari Prabowo, S.TP., M.P. yang membahas pemanfaatan limbah kulit pisang dan tepung mocaf sebagai bahan alternatif dalam produksi pie bebas gluten. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa tepung mocaf merupakan tepung yang berasal dari singkong yang telah dimodifikasi melalui proses fermentasi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tepung terigu. Selain itu, limbah kulit pisang yang sering kali dianggap sebagai limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan pangan yang bernilai tambah apabila diolah dengan tepat. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya inovasi pangan yang berkelanjutan sekaligus pemanfaatan limbah untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pie bebas gluten. Pada sesi ini, pemateri memperagakan secara langsung tahapan pembuatan pie mulai dari persiapan bahan, pencampuran bahan, pengulenan adonan, pembentukan adonan ke dalam cetakan, hingga proses pemanggangan menggunakan oven. Untuk meningkatkan interaksi peserta, dua peserta mengajukan diri ke depan untuk membantu proses pencetakan adonan pie. Demonstrasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik karena peserta dapat melihat secara langsung penerapan materi yang telah disampaikan sebelumnya.

Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung setelah demonstrasi selesai. Pertanyaan pertama diajukan oleh seorang mahasiswa Program Studi Farmasi mengenai cara mengolah limbah kulit pisang agar dapat dimanfaatkan menjadi tepung untuk produk bebas gluten. Menanggapi hal tersebut, Ibu Ivy menjelaskan bahwa kulit pisang harus melalui proses pembersihan, pemotongan, perendaman, pengeringan, penggilingan, hingga pengayakan sebelum dapat digunakan sebagai tepung.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada pemateri sebagai bentuk ucapan terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada peserta. Setelah itu, seluruh peserta, panitia, alumni, dosen yang hadir, serta pemateri melakukan sesi foto bersama. Sebelum acara ditutup, peserta diberikan kesempatan untuk menghias pie hasil praktik sesuai kreativitas masing-masing. Sesi ini berlangsung dengan suasana yang meriah dan penuh antusiasme. Beragam hasil dekorasi pie menunjukkan kreativitas peserta dalam mengembangkan produk pangan yang tidak hanya memiliki cita rasa yang baik tetapi juga tampilan yang menarik.

Workshop MILAD HIMATEPA ke-13 berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah kulit pisang dan tepung mocaf sebagai bahan alternatif dalam produksi pie bebas gluten. Selain mendapatkan pengetahuan teoritis, peserta juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung sehingga diharapkan mampu menginspirasi lahirnya inovasi pangan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi HIMATEPA dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan bahan pangan alternatif serta pentingnya pengolahan limbah pangan yang bernilai guna bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis: Alunia Sofie Zahra












